About Me

December 10th, 2012

Nuhfil Hanani adalah guru besar Universitas Brawijaya Malang pada Fakultas Pertanian pada program studi Ekonomi Pertanian. Jabatan yang pernah diamanatkan adalah selaku Ketua Program Studi Agribisnis pada Program Pascasarjana, Pembantu Dekan I Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Ketua Pusat Kajian Agribisnis. Saat ini menjabat sebagai ketua Laboratorium Ekonomi Pertanian dan Ketua Devisi Pengembangan Bisnis Universitas Brawijaya. Jabatan profesi saat ini adalah anggota Pokja Ahli Dewan Ketahanan Nasional, Ketua Pokja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Pengurus Pusat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia, Ketua Komisi Penyuluhan Pertanian Jawa Timur dan Penyunting Junal Agrivita, Habitat, Pelita Perkebunan, Majalah Palawija.

Mata kuliah yang diasuh pada S1 adalah ekonomi pembangunan, pembangunan pertanian, statistik, managemen kuantitatif, mikroekonomi dan makro ekonomi, sedangkan mata kuliah yang diasuh pada pascasarjana adalah ekonometrika lanjutan, riset operasi, miro ekonomi lanjutan. Banyak melakukan ceramah-ceramah maupun kuliah tamu tentang pembangunan pertanian, ketahanan pangan, agribisnis, dan metode kuantitatif. Sebagai penganut aliran kuantitatif banyak melakukan riset berdasarkan pendekatan economic modelling, dan bersama-sama teman-temannya telah menghasilkan software untuk pemetaan kerawanan pangan. BukankanTuhan menciptakan alam beserta isinya dengan perhitungan (metode Kuantitatif)

Motto : “Tidak tidur siang”

Salah Satu peran Prof.Dr.Ir. Nuhfil Hanani yang diambil dari cuplikan dari sumber : http://bkp.deptan.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=150&Itemid=9

Peran Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani sebagai nara sumber Konferensi Dewan Ketahanan Pangan Tahun 2008 telah menyampaikan draft Indonesia tahan pangan dan gizi 2015

Sebelum perumusan draft kesepakatan bersama Gubernur/Ketua DKP Provinsi seluruh Indonesia, didahului dengan penyampaian materi oleh beberapa pembicara yakni Prof. Bustanul Arifin (Pokja Ahli DKP) yang menyampaikan hasil evaluasi dari implementasi kesepakatan gubernur tahun 2006; Dr. Nuhfil Hanani (Pokja Ahli DKP) menyampaikan tentang Indonesia Tahan Pangan dan Gizi 2015, yang merupakan salah satu dari rekomendasi pada kesepakatan gubernur tahun 2006 untuk Dewan Ketahanan Pangan Nasional dan Ketua Komisi IV DPR –RI (Arifin Junaidi) yang menyampaikan tentang dukungan legislative terhadap ketahanan pangan.

Prof. Dr Nuhfil Hanani. Dalam sidang DKP se-Sumatera tanggal 04-08-2008 diisi dengan ceramah-ceramah dari tim ahli DKP Pusat Prof. Bustanul Arifin, Dr Nuhfil Hanani, Dr Ir Drajat Martianto, Kepala Badan Ketahanan Pangan Pusat Dr Achmad Suryana, Bupati Madina Amru Daulay SH, Bupati Tebo Provinsi Jambi itu, menurut Rosmeli Nasution yang juga hadir pada sidang DKP itu, peserta sidang memberikan apresiasi atas keberhasilan Kabupaten Sergai Provinsi Sumatera Utara yang berhasil dalam mengembangkan Lumbung Pangan Desa (LPD) sesuai hasil kunjungan peserta sidang DKP se wilayah Jawa ke Sergai pada tanggal 10 Juli 2008 lalu. (Ana)
sumber:http://www.bainfokomsumut.go.id/open.php?id=3567&db=berita

Dr Nuhfil Hanani. Di Jawa Timur sebagai nara sumber Dr Ir Nuhfil Hanani sebagai ketua Pokja ahli Deewan Ketahanan Pangan Jawa Timur mengatakan, ada tiga kelompok sasaran utama yang digarap oleh Dewan Ketahanan Pangan secara nasional yakni meningkatnya ketahanan pangan nasional, meningkatnya nilai daya saing komoditas pertanian dan meningkatnya kesejahteraan petani. Sedangkan sasaran peningkatan ketahanan pangan di Jatim, kata Nuhfil, ada sepuluh sasaran. Diantaranya meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan serta kelaparan, meningkatnya produksi dan ketersediaan beras secara berkelanjutan serta meningkatanya produksi, ketersediaan dan konsumsi pangan sumber korbohidrat non beras dan pangan sumber protein, meningkatnya keanekaragaman dan kualitas konsumsi pangan masyarakat dan menurunnya konsumsi beras perkapita. *(mdj)

http://www.d-infokom-jatim.go.id/news.php?id=3991

Prof. Dr. Nuhfil Hanani selaku instruktur nasional pengembangan Inkubator Bisnis Perguruan Tinggi sedang memberikan arahan dalam pembentukan Inkubator Bisnis di Universitas Negeri Jambi. Secara umum dari inkubator bisnis perguruan tinggi adalah mempromosikan ilmu pengetahuan dan teknologi dari hasil penelitian dan pengembangan (R &D) kepada masyarakat (Sung dan Gibson, 2000). Inkubator bisnis di perguruan tinggi paling tidak secara umum akan memberikan area manfaat yaitu : (a) pengembangan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal maupun nasional melalui bertambah banyaknya basis-basis perekonomian, (b) mengembangan perusahaan berbasiskan teknologi baru, mengembangkan lapangan kerja. Sedangkan terhadap pertumbuhan pengusaha kecil yang berpotensi melalui upaya bantuan teknis agar dapat bertahan dan bertumbuh dalam pemasarannya. Saat ini inkubator bisnis perguruan tinggi telah berkembang luas di dunia yang ditujukan sebagai alat untuk mengembangkan perusahaan berbasiskan teknologi baru (new technology based firms/NTBs) (Bajmocy, 2006). Disamping itu inkubator bisnis perguruan tinggi bertujuan untuk komersialisasi dari hasil penelitian (Mian, 1996).

  1. Sri winarsih
    March 1st, 2009 at 06:18 | #1

    Ass. Wr.Wb

    selamat dengan webb baru. semoga bermanfaat bagi asyarakat

    Wass. wr. wb

    Sri Winarsih

Comments are closed.