Home > Warta aktual > KETAHANAN PANGAN DAN SDM

KETAHANAN PANGAN DAN SDM

KETAHANAN PANGAN DAN KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA

Nuhfil Hanani

Ketahanan pangan salah satu unsur penting dari ketahanan kualitas hidup rumah tangga. Ketahanan  kualitas hidup  rumah tangga (Household livelihood security) didefinisikan sebagai kecukupan dan keberlanjutan akses terhadap pendapatan dan sumberdaya untuk  memenuhi kebutuhan dasarnya (pangan, air bersih, kesehatan, pendidikan, perumahan,  waktu untuk berpartisipasi dalam masyarakat dan integrasi sosial.  Dimana ketahanan pangan rumah tangga  merupakan faktor yang lebih penting dari kebutuhan dasar lainnya (Frankenberger dan  McCaston,1996).  Ketahanan pangan rumah tangga  akan  menjamin  peningkatan gizi sehingga akan meningkatkan produktifitas kerja. Bank Dunia (2006) menyatakan  bahwa ketahanan pangan yang ditujukan untuk perbaikan gizi merupakan suatu investasi yang sangat menguntungkan.  Setidaknya ada tiga alasan suatu negara perlu melakukan. Pertama, memiliki ‘economic returns’ yang tinggi; kedua, terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi; dan ketiga, membantu menurunkan tingkat kemiskinan melalui perbaikan produktivitas kerja, pengurangan hari sakit, dan pengurangan biaya pengobatan. Pada kondisi gizi buruk, penurunan produktivitas perorangan  diperkirakan lebih dari 10 persen dari potensi pendapatan seumur hidup; dan secara agregat menyebabkan kehilangan PDB antara 2-3 persen. Konferensi para ekonom di Copenhagen tahun 2005 (Konsensus Kopenhagen) menyatakan  bahwa ketahanan pangan melalui intervensi gizi menghasilkan keuntungan ekonomi (‘economic returns’) tinggi dan merupakan salah satu yang terbaik dari 17 alternatif investasi pembangunan lainnya.  Penulis mencoba mengevaluasi  teori  dari Martorell (1992) dengan melakukan penelitian  secara sederhana  melalui data skunder. Data yang digunakan adalah data yang dipulikasikan oleh FAO  dengan mengambil sample seluruh negara di dunia (negara yang  datanya tidak lengkap tidak dimasukkan) serta mengambil kasus unit terkecil yakni sample seluruh Kabupaten di Jawa Timur. Ukuran yang digunakan untuk menilai kualitas sumberdaya manusia adalah Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan manusia (IPM), sedangkan ukuran ketahanan pangan untuk analisis negara di  dunia menggunakan ukuran konsumsi protein gram/kapita/hari, konsumsi lemak gram/kapita/hari, dan persen penduduk yang tidak rawan pangan. Sedangkan  untuk data di Indonesia menggunakan peringkat  kabupaten dalam IPM dan Indeks Komposit ketahanan pangan.  Hasil  analisis  menunjukkan bahwa  hubungan antara Human Development Index (HDI)  dengan konsumsi protein gram/kapita/hari, konsumsi lemak gram/kapita/hari, dan persen penduduk yang tidak rawan pangan.  Pola ini juga serupa kasus  di Jawa Timur dimana  menunjukkan bahwa  pada kabupaten  yang peringkat ketahanan pangannya tinggi  umumnya diikuti  dengan peringkat Indeks Pembangunan Manusianya (IPM) tinggi, sebaliknya kabupaten  yang tingkat ketahanan pangannya  rendah diikuti dengan IPM  juga rendah

Categories: Warta aktual Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
CAPTCHA Image
*